Umsida.ac.id — Tim KKN Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan berbagai program pendukung ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan penyediaan media informasi UMKM.
Program tersebut dilakukan oleh KKN T 17 di Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, dan KKN P 37 di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam.
Lihat juga: 17 Pelaku UMKM Wonosunyo Dapat Legalitas Usaha Didampingi PPK Ormawa Umsida
Dengan digitalisasi UMKM dan pembuatan Peta UMKM, tim KKN membantu pelaku usaha agar lebih mudah ditemukan sekaligus memiliki peluang pasar yang lebih luas.
Digitalisasi UMKM Perluas Pemasaran Produk

KKN T 17 Umsida melaksanakan program digitalisasi UMKM dengan menyasar dua pelaku usaha kerupuk, yakni UMKM Putra Tunggal dan UMKM Barokah di Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo pada Selasa, (25/8).
Program tersebut diawali dengan observasi dan wawancara bersama pemilik usaha untuk mengetahui kondisi pemasaran, strategi yang telah digunakan, serta kendala dalam mengembangkan usaha.
“Dari situ kami tahu kalau kedua UMKM telah memiliki pelanggan tetap, tetapi pemasaran masih banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut,” ujar M Aflah Afriadi, Ketua KKN.
Oleh karena itu, imbuh Aflah, mahasiswa membantu membuat titik lokasi usaha melalui Google Maps agar pelanggan lebih mudah menemukan lokasi UMKM.
“Kami juga memberikan pendampingan dalam pembuatan dan pengelolaan akun media sosial TikTok sebagai sarana promosi digital,” terangnya
Pendampingan dilakukan secara bertahap sejak minggu kedua hingga akhir pelaksanaan KKN.
Mahasiswa rutin melakukan kunjungan untuk memberikan materi mengenai strategi pemasaran digital, waktu unggah konten agar berpeluang menjangkau lebih banyak pengguna, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan konten, hingga pengenalan iklan digital.
Aflah menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha.
“Kami berharap pendampingan ini dapat membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital secara optimal,” ujarnya.
Pemilik UMKM Putra Tunggal yakni Arif, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa.
“Selama ini pemasaran kami masih banyak mengandalkan pelanggan tetap dan rekomendasi dari mulut ke mulut. Dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu dan berharap semoga usaha kami semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Selain pemasaran digital, mahasiswa juga membuat banner promosi sebagai media pendukung untuk memperkuat identitas usaha dan memberikan informasi kepada calon pelanggan.
Pemilik UMKM Barokah, Khusnul Khotimah, mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN.
KKN Umsida Buatkan Peta UMKM

Selain digitalisasi pemasaran, penguatan UMKM juga dilakukan melalui penyediaan media informasi usaha.
KKN P 37 Umsida membuat Peta UMKM Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang pada Jum’at, (28/8).
Program tersebut dilakukan dengan mendata berbagai usaha masyarakat yang tersebar di wilayah Desa Sumberjo.
Data tersebut disusun dalam bentuk peta yang dilengkapi titik koordinat lokasi UMKM.
Koordinator Desa KKN P 37 Umsida, M Aditya Pramana, menjelaskan bahwa peta tersebut dibuat agar informasi mengenai UMKM dapat tersaji secara lebih mudah dan terstruktur.
Pembuatan peta tersebut berawal dari kondisi banyaknya UMKM potensial di Desa Sumberjo yang belum mudah diketahui masyarakat luas.
“Kami melihat UMKM di Desa Sumberjo cukup beragam dan lokasinya tersebar di beberapa dusun. Karena itu, kami membuat peta yang dilengkapi titik koordinat agar masyarakat maupun pengunjung lebih mudah mengetahui UMKM apa saja yang ada dan menemukan lokasinya,” ujarnya.
Melalui peta tersebut, masyarakat maupun pengunjung dapat mengetahui keberadaan berbagai usaha yang ada di Desa Sumberjo tanpa harus mencari informasi secara terpisah.
Titik koordinat yang dicantumkan juga membantu pengguna menemukan lokasi usaha dengan lebih akurat.
Kepala Desa Sumberjo, Ismiatun, menyambut baik program tersebut.
Lihat juga: Manfaatkan Potensi Alpukat, KKN P 10 Umsida Edukasi Petani Desa Jatisari
Menurutnya, keberadaan Peta UMKM dapat membantu masyarakat maupun pengunjung yang ingin mencari lokasi usaha di wilayah Desa Sumberjo.
“Semoga dengan adanya peta supaya masyarakat atau pengunjung yang masuk ke Desa Sumberjo itu dipermudah aksesnya untuk menuju ke lokasi UMKM-nya. Lalu kami juga bisa memperkenalkan produk-produk yang ada di Desa Sumberjo yang belum bisa dikenal oleh dunia luar,” ujarnya.(Aniza/Esti)


