Umsida.ac.id – Mahasiswa Kelompok KKN T 12 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar sosialisasi bertema Gemar Menabung, Batasan Tubuh, dan Anti-Bullying di SDN Cangkring 2, Desa Cangkring, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (25/07/2026).
Seluruh siswa kelas I sampai kelas VI dikumpulkan dalam satu ruangan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Lihat juga: Pembelajaran Anak Tak Lagi Monoton, KKN T 27 dan 4 Umsida Bawa Inovasi Baru di TK DWP
Di sini tim KKN membekali siswa dengan kebiasaan dan pemahaman yang berguna untuk keseharian mereka.
“Tiga hal yang kami angkat adalah pentingnya menabung sejak kecil, cara mengenali batasan tubuh sebagai bentuk perlindungan diri, dan pentingnya sikap peduli agar bullying tidak berkembang di lingkungan sekolah,” terang Penanggung jawab kegiatan, Aisyah Cintya Fatekha.
Supaya suasana tidak monoton, materi dikemas lewat presentasi, sesi tanya jawab, ice breaking, dan bernyanyi bersama.
Siswa Belajar Nabung dengan Asik
Sesi pertama diisi dengan materi gemar menabung.
Mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa menyisihkan uang saku sedikit demi sedikit bisa melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam mengatur keuangan.
“Anak-anak tampak antusias, mereka aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan yang diselipkan di sela-sela materi,” tutur Aisyah.
Sebagai tindak lanjut dari materi tersebut, mahasiswa KKN T 12 Umsida membagikan celengan kepada seluruh siswa kelas I hingga kelas VI.
Celengan ini diharapkan bisa jadi pemantik semangat bagi anak-anak untuk mulai membiasakan menabung dari rumah.
Kenalkan Batasan Tubuh

Sosialisasi kemudian berlanjut ke materi batasan tubuh.
Mahasiswa mengenalkan bagian-bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain tanpa izin, sekaligus mendorong siswa agar berani menolak dan segera melapor ke orang tua atau guru jika mengalami hal yang membuat mereka tidak nyaman.
Aisyah berharap materi yang diberikan bisa benar-benar diterapkan siswa dalam keseharian mereka.
“Kami ingin adik-adik tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga berani menerapkannya. Semoga mereka terbiasa menabung, mampu menjaga diri, dan tidak takut meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman,” ujarnya.
Ciptakan Ruang Aman untuk Bercerita

Di sesi penutup, mahasiswa membawakan materi anti-bullying.
Siswa diajak mengenali berbagai bentuk bullying, mulai dari ejekan, kekerasan fisik, sampai pengucilan.
Mereka juga diberi pemahaman bahwa setiap teman berhak dihargai dan diperlakukan dengan baik.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa menyiapkan media bernama Pohon Ungkapan bagi siswa untuk menuangkan isi hati mereka.
Setiap siswa menuliskan pengalaman, perasaan, atau cerita seputar bullying di selembar sticky note, lalu menempelkannya di pohon yang sudah disediakan.
Respons siswa terhadap kegiatan ini cukup positif karena mereka jadi punya kesempatan untuk mengungkapkan apa yang selama ini mereka rasakan.
Lihat juga: KKN T 19 dan 20 Umsida Ajak Siswa Mengenal Sampah Organik, Plastik, hingga B3 Melalui Bank Sampah
Ketua KKN T 12 Umsida, Diska Widyo Pratama, berharap sosialisasi ini bisa memberi dampak jangka panjang bagi para siswa.
“Semoga apa yang kami bagikan hari ini bisa menjadi bekal bagi adik-adik dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap mereka tumbuh menjadi anak yang gemar menabung, berani menjaga diri, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai dan bebas dari bullying,” pungkasnya.(Nanda)


