Ecoprint Jadi Cara 2 Tim KKN P Umsida Ajak Berkarya dari Alam

Umsida.ac.id – Daun jati, pakis, bunga kenanga hingga bunga telang yang tumbuh di sekitar rumah dapat menghasilkan motif berbeda ketika dipindahkan ke permukaan kain. 

Potensi sederhana itu dikenalkan dua kelompok KKN P Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui kegiatan ecoprint bersama ibu-ibu PKK Desa Tejowangi dan siswa SDN Gondang.

Lihat juga: 2 Tim KKN P Umsida Ajari Buat Pupuk Organik Dari Galon Bekas hingga EcoTakakura

KKN P 4 mengajak ibu PKK Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, membuat ecoprint pada totebag pada Selasa, (18/8/2026).

Di hari yang sama, KKN P 40 membawa kegiatan serupa ke SDN Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Sebanyak 76 siswa kelas IV, V, dan VI mengikuti proses pembuatan ecoprint yang hasil akhirnya digunakan sebagai taplak meja di kelas.

Meski dilakukan kepada peserta dan media yang berbeda, kedua kegiatan tersebut sama-sama memperkenalkan cara memanfaatkan bahan alami di sekitar menjadi karya yang memiliki fungsi.

Manfaatkan Tanaman di Sekitar Rumah

Ide pelatihan di Desa Tejowangi muncul setelah mahasiswa melihat beragam tumbuhan yang mudah dijumpai di sekitar rumah warga.

Bunga kenanga, bunga sepatu, bunga telang, daun jati, hingga pakis kemudian dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membuat motif pada totebag.

Di sini peserta melihat bahwa jenis daun dan bunga yang digunakan dapat menghasilkan bentuk serta warna yang berbeda. 

Hal tersebut membuat setiap produk memiliki karakter tersendiri.

Bagi Ainun, salah satu anggota PKK Desa Tejowangi, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang belum pernah ia coba sebelumnya.

“Saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Selama 35 tahun, baru kali ini saya mencoba membuat ecoprint. Ternyata cukup menguras tenaga, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ungkapnya.

Penanggung jawab program Nuril mengatakan, hasil pelatihan masih dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif bagi masyarakat.

“Kami berharap keterampilan ini tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi terus dikembangkan menjadi kegiatan kreatif maupun peluang usaha,” ujarnya.

Peluang tersebut didukung oleh ketersediaan bahan di lingkungan desa yang relatif mudah dijumpai.

Ecoprint Jadi Media Belajar Kreatif Siswa Gondang

inovasi ecoprint 2

Pendekatan berbeda diterapkan KKN P 46 di SDN Gondang.

Program ecoprint dilaksanakan perdana pada Senin (10/8/2026) dan melibatkan 76 siswa. 

Sebanyak 28 siswa kelas IV dibagi dalam tiga kelompok, 35 siswa kelas V menjadi empat kelompok, sedangkan 13 siswa kelas VI terbagi dalam dua kelompok.

Setiap kelas didampingi empat mahasiswa selama praktik berlangsung.

Koordinator Desa KKN P 46 Umsida, Bima Satria D W mengatakan program tersebut diperluas karena sebelumnya kegiatan serupa di sekolah baru pernah melibatkan siswa kelas V.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada lebih banyak siswa untuk mengenal ecoprint. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengenalkan pemanfaatan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dalam praktiknya, siswa dikenalkan dengan teknik steaming atau pengukusan.

Mereka menyusun daun di atas kain rayon berukuran sekitar satu meter persegi. 

Lalu, daun dipukul menggunakan ulekan kayu hingga bentuk dan pigmen alaminya berpindah ke permukaan kain.

Setelah motif muncul, kain digulung dan diikat menggunakan tali. 

Mahasiswa membawa hasil tersebut ke posko KKN P untuk menjalani proses pengukusan sebelum dikeringkan.

Hasil Ecoprint Tak Berhenti sebagai Karya Pelatihan

Pada Selasa (18/8/2026), kain yang telah selesai diproses dibagikan kembali kepada siswa.

Hasil karya tersebut tidak hanya disimpan sebagai kenang-kenangan. 

Kain ecoprint dimanfaatkan menjadi taplak meja sehingga dapat terus digunakan di ruang kelas.

Kepala SDN Gondang, Rusmiati SPd, mengapresiasi pengalaman baru yang diberikan mahasiswa kepada siswa kelas IV hingga VI.

“Anak-anak dan pihak sekolah sangat senang dengan kegiatan ini. Semoga ilmu yang diberikan kakak-kakak KKN bermanfaat untuk siswa kelas IV, V, dan VI,” tuturnya.

Lihat juga: Dari Pojok Baca hingga Kelas Literasi, KKN T Umsida Ajari Anak Menyukai Buku

Sejalan dengan hal itu, Wali Kelas VI SDN Gondang, Nisa’ul Machfiroh MPd juga melihat praktik tersebut sebagai ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan secara langsung.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang mampu menumbuhkan bakat dan kemampuan siswa dalam ecoprint,” katanya.(Hilda/Elda)