KKN P 33 Umsida Digitalkan Desa Sambirejo Lewat Website Profil Perkebunan

Umsida.ac.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kelompok 33 menggelar pelatihan penggunaan dan pengelolaan website profil perkebunan warga Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, pada Rabu, (26/8).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sambirejo ini digagas sebagai upaya digitalisasi desa untuk meningkatkan kualitas informasi dan literasi digital masyarakat, yang mayoritas berprofesi sebagai petani kebun kopi, alpukat, durian, dan cengkeh.

Lihat juga: 2 Tim KKN Umsida Bantu Digitalisasi dan Peta Usaha UMKM Rumahan

Website Profil Perkebunan Kenalkan Potensi Desa Sambirejo

Sebelum adanya website, informasi mengenai kegiatan warga maupun potensi perkebunan Desa Sambirejo masih banyak disampaikan secara langsung dari mulut ke mulut dan melalui grup WhatsApp warga.

Kondisi tersebut membuat informasi mengenai hasil perkebunan desa belum banyak diketahui masyarakat luar. 

“Bahkan mereka belum memiliki profil digital resmi yang memuat data hasil kebun maupun sarana informasi masyarakat, sehingga potensi desa yang sebenarnya cukup kaya akan hasil hutan dan kebunnya ini belum banyak terekspos ke luar,” ujar Moh Roby selaku Ketua KKN.

Akibatnya, kata Roby, calon pembeli maupun wisatawan yang ingin mencari informasi produk kebun Sambirejo kerap kesulitan menemukan sumber yang jelas dan terpercaya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Umsida bersama pihak desa berdiskusi untuk menghadirkan sebuah website yang dapat menjadi pusat informasi mengenai profil desa dan potensi perkebunan masyarakat.

Website tersebut direalisasikan melalui laman resmi sambirejo.my.id yang memuat berbagai informasi desa.

“Di dalam website tersebut berisi data statistik desa seperti jumlah penduduk, jumlah kepala keluarga, luas wilayah, luas lahan kebun, hingga hasil panen komoditas unggulan,” jelas Roby.

Berdasarkan data dalam website tersebut, Desa Sambirejo memiliki luas kebun sekitar 439,5 hektare dengan jumlah 437 petani aktif. 

Beberapa komoditas unggulan yang tercatat di antaranya kopi dengan hasil panen mencapai 8 ton, durian 15 ton, dan cengkeh 4 ton.

Bekali Warga Kelola Informasi Desa

website Desa Sambirejo

Setelah website siap dioperasikan, mahasiswa KKN Umsida melanjutkan program melalui pelatihan penggunaan dan pengelolaan website kepada masyarakat.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 12 peserta yang terdiri dari tujuh perangkat Desa Sambirejo dan lima warga pemilik kebun. 

Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari usia muda hingga tua.

Materi pelatihan disampaikan oleh Donni Adeleo Ardana selaku Penanggung Jawab (PJ) program kerja. 

Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan dengan tampilan website, cara mengakses halaman, hingga praktik menjadi admin pengelola website.

“Pertama kami mengenalkan tampilan web, praktek sebagai admin pengelola website, dan diskusi. Saat praktek, peserta mengakses dan mencoba website menggunakan telepon genggam masing-masing,” terang Donni.

Di pelatihan tersebut, peserta mempelajari cara melihat informasi kegiatan warga, data perkebunan, hasil panen, hingga produk UMKM desa yang tersedia dalam website.

Beberapa produk yang turut diperkenalkan melalui website ini, seperti olahan susu sapi segar dari peternak lokal dan kopi kemasan hasil kebun warga Sambirejo.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengelolaan konten, seperti memperbarui data luas lahan, jenis komoditas, serta hasil panen agar informasi yang tersedia tetap sesuai dengan kondisi terbaru.

Sebagai langkah keberlanjutan program, tim KKN melakukan pemantauan apabila terdapat kendala teknis dalam penggunaan maupun perawatan website.

“Jadi untuk berjaga-jaga nanti jika nanti ada kendala teknis dalam pengoperasian maupun perawatan website,” jelas Donni.

Jadi Media Informasi Potensi Perkebunan

website Desa Sambirejo

“Tapi secara umum antusiasme peserta terlihat tinggi, bahkan ada yang meminta ditunjukkan langkah-langkah pengelolaan website lebih mendalam,” jelasnya.

Respons positif datang dari salah satu peserta, Waras, petani setempat. 

Ia berharap website ini dapat membuat Desa Sambirejo lebih dikenal luas, sekaligus menjadi sarana informasi yang menghubungkan warga dengan perangkat desa.

Lihat juga: Manfaatkan Potensi Alpukat, KKN P 10 Umsida Edukasi Petani Desa Jatisari

“Semoga website ini bisa dimaksimalkan pengelolaannya oleh desa, biar bisa jadi sarana informasi untuk masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Sambirejo, Sungkono, menyampaikan rasa terima kasih karena permintaannya untuk dibuatkan website desa yang berfokus pada profil perkebunan telah terwujud, dan selanjutnya pengelolaan akan diteruskan secara mandiri oleh perangkat desa.(Donni)