Umsida.ac.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerah (KKN P) Kelompok 03 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengenalkan konsep daur ulang kepada siswa SDN Karangrejo 02 melalui praktik pembuatan gantungan kunci dari limbah tutup botol plastik.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama siswa kelas V SDN Karangrejo 02, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (30/7/2026).
Lihat juga: Cegah Bau Sampah, KKN T 7 Umsida Ajak PKK Desa Candipari Buat POC dan Kompos
Ketua KKN-P Kelompok 03 Umsida, Ikmal Syarif, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran ramah lingkungan atau eco friendly yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap bahaya sampah.
“Pembelajaran di sekolah bukan hanya tentang kegiatan transfer ilmu secara teoritis saja, tetapi bagaimana pembelajaran tersebut dapat memberikan dampak bagi siswa di lingkungan mereka tinggal dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ubah Tutup Botol Menjadi Gantungan Kunci

Dalam pelaksanaannya, siswa mengumpulkan tutup botol bekas dan membersihkannya menggunakan air, mengeringkannya, lalu menggunting tutup botol menjadi bagian-bagian kecil.
Kertas teflon disiapkan sebagai alas gosok, dilengkapi ring gantungan kunci sebagai tahap akhir perakitan.
Potongan tutup botol dari berbagai warna kemudian dilelehkan menggunakan setrika hingga menyatu membentuk motif menyerupai pola marmer.
“Teknik ini menjadi hal unik yang dibawa mahasiswa dalam kegiatan tersebut, memanfaatkan alat rumah tangga sederhana untuk mengubah limbah plastik menjadi produk yang lebih estetik,” tutur Ikmal.
Wita Izza, mahasiswa yang bertindak sebagai pemapar materi dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa keunggulan kegiatan ini terletak pada nilai tambah yang dihasilkan dari barang yang semula tidak berharga.
“Keunggulan dari kegiatan ini adalah mengubah tutup botol yang tadinya limbah menjadi barang yang punya nilai dan bisa dijual. Kami juga memanfaatkan setrika untuk melelehkan tutup botol dari berbagai warna sehingga hasilnya berpola marmer,” ujarnya.
Proses pembuatan yang melibatkan berbagai tahapan sederhana ini turut menjadi pembelajaran tersendiri bagi mahasiswa dalam menyesuaikan bahan dan alat dengan kondisi lapangan, sekaligus mengelola dinamika kelas yang aktif selama kegiatan berlangsung.
Latih Kreativitas Siswa

Praktik pembuatan gantungan kunci membuat suasana kelas berlangsung aktif.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari menggunting tutup botol hingga menyusun potongan warna sesuai keinginan masing-masing.
Kepala SDN Karangrejo 02, Asmaul, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat inovatif dan membantu siswa menjadi lebih kreatif dalam menciptakan sesuatu yang berbeda.
“Menurut saya pribadi ini sangat inovatif dan bisa membantu anak-anak lebih kreatif dalam menciptakan sesuatu yang beda. Peserta didik sangat antusias mengikuti kegiatan, terlihat dari keaktifan mereka,” ujarnya.
Lihat juga: Belajar Teknik Ecoprint, Siswa Sulap Totebag Berbahan Alami Bersama KKN T 14 dan 21
Menurutnya, kegiatan ini sangat sesuai untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam berkarya, dan bisa menjadi bahan evaluasi agar tidak hanya diterapkan di kelas V, tetapi juga diperluas ke seluruh kelas di sekolah tersebut.
Ia berharap durasi kegiatan dapat ditambah karena waktu yang tersedia dinilai terlalu singkat.(Abid)


