Umsida.ac.id – Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Hidayatulloh MSi, bersama rombongan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) menghadiri Diplomatic Reception “The 81st Anniversary Day of the Republic of Indonesia” dan Kunjungan KBRI Tiongkok pada Senin, (2/11/2026).
Kehadiran Rektor Umsida bersama para pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dalam resepsi diplomatik tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring internasional, serta mendorong kolaborasi strategis antara perguruan tinggi Indonesia dan Tiongkok.
Lihat juga: Kunjungi Guangzhou University, Rektor Umsida Bawa Pulang 4 Program Kemitraan
Tegaskan Komitmen Umsida di Kancah Global

Partisipasi Rektor Umsida bersama Forum Rektor PTM menunjukkan komitmen Muhammadiyah untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan memiliki daya saing internasional.
“Ini juga menjadi simbol persahabatan dan penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok,” tuturnya.
Menurut Dr Hidayatulloh, kunjungan ke Beijing menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan teknologi di Tiongkok.
“Dari sini juga memperlihatkan bahwa diplomasi pendidikan tinggi dapat menjadi bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam membangun hubungan antarbangsa yang dilandasi semangat saling menghormati,” tandasnya.
Bagi Umsida, imbuh dosen pascasarjana Umsida itu, agenda internasional di Beijing memiliki relevansi dengan arah pengembangan universitas sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) Umsida 2018–2038.
Setelah melalui tahap Good University Governance pada 2018–2022 dan National Recognition pada 2022–2026, Umsida memasuki tahap National Competitiveness pada 2026–2030.
Tahap ini menempatkan peningkatan mutu, penguatan keunggulan akademik, produktivitas penelitian, inovasi, dan perluasan jejaring kerja sama sebagai bagian penting dari agenda pengembangan universitas.
Oleh karena itu, tambah Dr Hidayatulloh, -peluang kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi di Tiongkok memiliki relevansi dengan pengembangan berbagai bidang keilmuan di Umsida, khususnya teknologi rekayasa, transformasi digital, kecerdasan buatan, pendidikan, bisnis, serta pengembangan pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi.
Dukung Internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah
Usai menghadiri Resepsi Diplomatik HUT ke-81 RI, keesokan harinya, (3/10), Rektor Umsida Bersama Forum Rektor PTM melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Tiongkok.
Kunjungan ke KBRI Beijing ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi pendidikan tinggi, membangun komunikasi dengan perwakilan Pemerintah Indonesia di Tiongkok, serta membuka peluang pengembangan kerja sama internasional bagi PTM.
“Ini menjadi komitmen Umsida untuk memperluas jejaring global dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan SDM,” terangnya.
Menurutnya, kunjungan ke KBRI memiliki arti penting dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Lihat juga: Rektor Umsida Pelajari Transformasi Smart City di Guangzhou untuk Pengembangan Kampus
Kemajuan Tiongkok, katanya, memberikan peluang bagi perguruan tinggi Indonesia untuk mengembangkan kerja sama akademik yang saling menguntungkan.
“Kami harap KBRI dapat menjadi jembatan komunikasi antara PTMA dan berbagai institusi pendidikan tinggi di Tiongkok sehingga peluang kerja sama dapat dikembangkan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Dr Hidayatulloh.(Dhona)


