Umsida.ac.id – Pusat Studi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Rapat Kerja Pengurus Pusat Studi (PS) dan Pusat Unggulan Institusi (PUI) pada Selasa (20/10/2026), di Ruang Rapat Rektorat Kampus 1 Umsida.
Kegiatan yang diikuti 12 Pusat Studi dan PUI Umsida ini mengangkat tema “Eksplorasi Dana Luar Negeri Beserta Strategi Proposalnya” dengan menghadirkan Hazim SThI MSi sebagai narasumber.
Lihat juga: Realisasikan 17 Tujuan SDGs, Pusat Studi SDGs Umsida Gandeng Bappeda Jatim
Pusat Studi dan PUI Umsida Eksplorasi Dana Luar Negeri

Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Umsida, Prof Sigit Hermawan MSi, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan langkah pengembangan pusat studi pada tahun akademik 2026–2027.
“Ini juga menjadi momen agar pengurus PS dan PUI agar lebih aktif memanfaatkan berbagai peluang eksternal untuk mendukung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” terangnya.
Tahun ini, katanya, Pusat Studi dan PUI Umsida berfokus pada peluang pendanaan dari luar negeri serta strategi penyusunan proposal agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh pusat studi.
“Kita akan sama-sama belajar bagaimana mencari dana luar negeri, strategi proposalnya, jadi kita hadirkan dosen pakar Umsida yang sudah pengalaman di luar negeri,” tutur Prof Sigit.
Riset Kemitraan Internasional Jadi Peluang
Penguatan akses pendanaan internasional juga berkaitan dengan skema Riset Kemitraan Internasional (RKI). Tahun ini terdapat dua dosen Umsida yang berhasil memperoleh skema tersebut.
Menurutnya, pengalaman tersebut perlu menjadi bekal bagi pusat studi untuk melihat peluang riset dan kemitraan yang dapat dikembangkan pada kesempatan berikutnya.
“Capain itu bisa menjadi bekal kita untuk bisa bermitra di tingkat internasional,” terangnya.
Selain pendanaan luar negeri, PS Umsida juga membahas peran pusat studi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“PS ini dasarnya adalah Abdimas sebenarnya. Sehingga di kinerjanya itu ke abdimas,” tuturnya.
Ia mengapresiasi pusat studi yang sepanjang tahun sebelumnya telah aktif melakukan kegiatan, khususnya pengabdian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan dari Umsida juga semakin banyak.
Kegiatan Pusat Studi Harus Berdampak

Wakil Rektor I Umsida, Prof Hana Catur Wahyuni MT, menyampaikan apresiasi atas kontribusi pengurus pusat studi dan PUI dalam pengembangan Umsida.
“Pusat studi dan PUI saat ini mempunyai peran penting dalam pencapaian rekognisi Umsida,” ungkapnya.
Menurut Prof Hana, pusat studi dan PUI telah disusun berdasarkan kompetensi keilmuan.
Namun, pengembangannya perlu terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta isu strategis dan wacana nasional yang berkembang.
“Indikatornya itu adalah tidak hanya ada atau tidaknya dana. Meskipun tidak ada atau sekecil apapun dana yang tersedia itu tetap harus memberikan hasil yang maksimal,” tegasnya.
Prof Hana juga menekankan pentingnya dokumentasi dan publikasi setiap kegiatan pusat studi dan PUI . Menurutnya, dokumentasi yang tersusun dengan baik akan memudahkan proses penelusuran ketika data kegiatan dibutuhkan.
Dengan demikian, kegiatan pusat studi dapat menambah portofolio akademik dosen, termasuk melalui artikel pengabdian yang berasal dari kegiatan pusat studi dan tidak hanya dari program yang bersumber dari hibah.
Lihat juga: Pusat Studi Mental Health Umsida dan PCA Porong Resmikan Daycare Lansia Khusnul Khotimah
Keterbatasan sumber daya, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan membaca dan memanfaatkan peluang eksternal.
Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama maupun pendanaan internasional. “Intinya semua peluang yang ada di eksternal, kita bisa memanfaatkan melalui keberadaan pusat studi dan pusat unggulan institusi,” pungkas Prof Hana.(Dhona)


