Umsida.ac.id – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menerapkan inovasi media pembelajaran interaktif berupa spin wheel atau roda berputar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 4 Biola SD Muda Tulangan pada Rabu, (21/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 23 siswa, satu guru pamong, dan dua guru shadow.
Lihat juga: Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
Penggunaan media pembelajaran ini bertujuan mendukung pembelajaran agar siswa lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi yang dipelajari.
Pemilihan media interaktif ini dilatarbelakangi oleh upaya menghadirkan variasi pembelajaran IPAS yang lebih menarik dan melibatkan siswa secara langsung.
“Dengan media ini kami bisa memadukan unsur permainan dengan kegiatan menjawab pertanyaan, sehingga siswa memperoleh kesempatan lebih aktif selama pembelajaran,” terang Washilatul Lubna, mahasiswa PLP.
Menurutnya, media ini dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran IPAS karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung.
“Penggunaannya juga perlu disesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai,” ungkap Sisil.
Berikan Media Pembelajaran Lebih Aktif
Membuka sesi diskusi, Sisil mengajak siswa melakukan tanya jawab dan memberikan pertanyaan pemantik untuk menggali pengetahuan awal mereka.
Setelah itu, Sisil memperkenalkan media pembelajaran “Roda Berputar” dan menjelaskan cara penggunaannya dalam pembelajaran IPAS.
Dalam pelaksanaannya pertama siswa bergantian maju untuk memutar roda.
Setelah roda berhenti, siswa memperhatikan kategori yang ditunjuk oleh panah.
Kemudian, siswa menyebutkan contoh sesuai kategori tersebut, misalnya apabila panah menunjukkan kata hayati, maka siswa menyebutkan contoh benda hidup, dan Non-hayati menyebutkan contoh benda tak hidup.
Siswa juga menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas yang diberikan. Kegiatan diakhiri dengan penguatan materi serta penilaian.
Inovasi Pembelajaran Harus Dikembangkan

Salah satu guru pamong, Ustadzah Tanty Sukriya Hannum SPd, turut memberikan tanggapan terhadap penggunaan media tersebut.
Ia menilai bahwa media pembelajaran interaktif dapat menjadi variasi pembelajaran yang mendorong keaktifan siswa di kelas.
“Penggunaan media interaktif ini sudah baik karena dapat mendorong siswa untuk lebih aktif mengikuti pembelajaran. Jadi anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan belajar,” ujarnya.
Ia berharap penggunaan media pembelajaran dapat terus dikembangkan sesuai dengan materi yang diajarkan.
“Dengan begitu, siswa semakin tertarik dan berani berpartisipasi aktif di kelas,” tambahnya.
Lihat juga: Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
Kesan positif juga disampaikan oleh Athar, salah satu siswa kelas 4 Biola, setelah mengikuti pembelajaran tersebut.
“Saya senang belajar dengan Kak Sisil karena belajarnya terasa seru dan menyenangkan,” ungkapnya.(Maulida)


