Kenalkan Batik Tulis Jatiwaras, KKN P 56 Buatkan Website UMKM

Umsida.ac.idBerangkat dari kebutuhan desa untuk memiliki media yang dapat memperkenalkan berbagai potensi lokal, mahasiswa KKN Pencerah 56 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) membuat website Desa Jatigreges. 

Lihat juga: 2 Tim KKN Umsida Bantu Digitalisasi dan Peta Usaha UMKM Rumahan

Website tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan desa setelah program KKN berakhir.

Website Desa Jatigreges memuat berbagai informasi mengenai desa, mulai dari kehidupan sosial, budaya, hingga potensi pariwisata.

Salah satu potensi yang diperkenalkan melalui website adalah Batik Tulis Jatiwaras. 

Mahasiswa Pelajari Batik Tulis Jatiwaras

batik tulis jatiwaras

Untuk memperoleh informasi secara langsung, mahasiswa KKN mengunjungi pengrajin Batik Tulis Jatiwaras, Yatilah dan suaminya, pada Ahad, (23/8). 

Tidak hanya melakukan dokumentasi, mahasiswa juga ikut mencoba proses membatik mulai dari membuat desain motif hingga mencanting menggunakan canting dan malam.

Proses mencanting menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa. 

Beberapa kali percobaan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai arahan pengrajin. 

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari materi yang diperkenalkan melalui website. 

Informasi tentang Batik Tulis Jatiwaras tidak hanya menampilkan hasil akhirnya, tetapi juga memperkenalkan pengrajin dan proses pembuatannya sehingga masyarakat dapat mengenal cerita di balik produk tersebut.

Kenalkan Batik Melalui Website

batik tulis jatiwaras

Bintang Satria Putra selaku Ketua KKN menjelaskan bahwa pembuatan website dilakukan untuk meninggalkan media yang dapat tetap digunakan oleh desa setelah masa KKN selesai. 

“Kami memilih website karena dapat memuat berbagai potensi Jatigreges dalam satu platform sekaligus memungkinkan informasi tersebut diperbarui sesuai perkembangan desa,” ujar Bintang.

Baginya, memasukkan Batik Tulis Jatiwaras ke dalam website juga menjadi upaya untuk mendokumentasikan potensi budaya yang ditemukan selama pelaksanaan KKN. 

Selain batik, website tersebut juga memuat berbagai potensi lain yang dimiliki Desa Jatigreges, potensi komoditas porang misalnya.

“Dengan adanya satu wadah digital, informasi mengenai desa tidak harus tersebar melalui berbagai media, tetapi dapat dihimpun dan diperkenalkan melalui platform yang dapat diakses secara daring,” tutur Bintang.

Lihat juga: UMKM Punya Produk, KKN Umsida Bantu Lengkapi Legalitas Usahanya

Salah satu pengrajin batik setempat, Yatilah, berpendapat bahwa pengenalan batik melalui website membantu dirinya memperluas informasi mengenai batik yang selama ini dibuat dan dipasarkan.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih atas kedatangan Mbak dan Mas dari Umsida. Saya sangat terbantu untuk memperkenalkan batik saya. Semoga nantinya batik saya lebih berkembang, dan kalian sukses dalam meraih cita-cita,” ujarnya.(Shintia)