Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi

Umsida.ac.idMahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang tergabung dalam tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) mengolah rumput laut menjadi beras.

Inovasi ini diinisiasi oleh Muhammad Nafi’udin Eka Prawira sebagai ketua, bersama Adinda Dwi Cahayani, Ibnaty Salsabilla Aulia Permadi, Achmad Rizki Dwi Nur Amrin, dan Achmad Lutfi Rahmawan, mengembangkan produk dari potensi lokal Kabupaten Sidoarjo.

Lihat juga: Inovasi Diarice Lolos P2MW 2026, Tim Siapkan Bahan Pangan Ramah Diabetes

Muhammad Nafi’udin, menjelaskan bahwa beras dipilih lantaran menjadi salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia. 

“Jadi kami ingin membuat inovasi pangan yang tetap familiar bagi masyarakat, tetapi menggunakan bahan baku yang berbeda,” terang Nafi.

Dengan bentuk yang menyerupai beras, ia berharap produk lebih mudah diterima dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Kandungan DIARICE 

beras rumput laut

Dalam proses pengembangan, tim melakukan berbagai tahapan penyempurnaan formula untuk memperoleh rasa, tekstur, dan karakteristik produk yang sesuai.

“Rumput laut mengandung serat larut yang membuat kenyang lebih lama, dan memperlambat penyerapan gula,” terang Wiwik Sulistiyowati ST MT, dosen pembimbing.

Selain itu, imbuhnya, ia mengutip beberapa penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa rumput laut jenis gracilaria sp mempunyai potensi membantu penderita diabetes tipe 2 dengan mekanisme menurunkan penyerapan glukosa dari serat larutnya, meningkatkan sensitivitas insulan melalui antioksidan dan mineralnya. 

“Kandungan polisaaridanya mampu mengiat olesterol dan asam empedu, sehingga dapat membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida,” tutur dosen Teknik Industri itu.

Dari kandungan tersebut, kata Wiwik, rumput laut berpotensi menjadi makanan fungsional untuk penderita diabetes, masyarakat yang menjalani hidup sehat, dan pelaku diet. 

Keunggulan Produk DIARICE

Wiwik menjelaskan bahwa keunggulan beras analog rumput laut dibandingkan inovasi pangan lainnya, misalnya beras putih biasa dari padi yaitu lebih aman untuk diabetes, bebas gluten, kandungan gizi lebih komplit arena terdapat serat, protein, mineral, antioksidan, dan karbohidrat. Kandungan tersebut bermanfaat bagi kesehatan. 

“Keunggulan produk ini utamanya terdapat pada adanya serat tinggi, indeks glikemik rendah, dan kaya mineral,’ terangnya.

Jadi produk ini bukan sebagai pengganti nasi 100%, namun lebih sebagai alternatif nasi fungsional sesuai dengan sasaran yang menjadi tujuan awal pembuatan beras analog dari rumput laut yaitu bagi penderita prediabetes dan diabetes tipe 2, program diet, dan pelaku hidup sehat.

Proses Pembuatan Beras Analog Rumput Laut Gracilaria sp

beras rumput laut

Wiwik menjelaskan bahwa proses produksi DIARICE dimulai dari persiapan bahan baku berupa rumput laut kering, tepung mocaf, tapioka, dan bahan tambahan lain yang memenuhi standar mutu serta halal.

Setelah itu, rumput laut diolah melalui proses pencucian, perendaman dengan larutan kapur dan cuka, pembilasan, hingga penjemuran. 

Lalu, rumput laut dihaluskan menjadi jus dan dicampurkan bersama tepung mocaf, tapioka, garam, serta air mineral hingga menjadi adonan.

Lihat juga: Inovasi Beras Analog Rumput Laut Umsida Lolos KMI Expo 2026

Adonan tersebut dicetak menjadi butiran beras analog, lalu dikukus dan dikeringkan dalam oven sampai kadar air sesuai standar, lalu didinginkan, dan disiapkan untuk pengemasan menggunakan kemasan aluminium foil dan vacuum sealer dengan berat 500 gram per kemasan. 

“Kami menerapkan sistem FIFO/FEFO untuk menjaga mutu dan keamanan pangan sebelum didistribusikan,” ujar dosen Prodi Teknik Industri itu.(Dhona)