KKN P 30 Umsida Baut Pupuk Gel Organik Lidah Buaya Kurangi Bahan Kimia

Umsida.ac.id — Mahasiswa KKN P 30 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan inovasi pupuk gel organik berbahan dasar lidah buaya sebagai alternatif pendamping pupuk yang digunakan petani pada Ahad, (23/8/2026).

Mayoritas warga Desa Baledono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, menanam tanaman hortikultura seperti kubis dan kentang. 

Lihat juga: Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, KKN T 8 Umsida Olah Jadi Briket Bernilai Guna

Namun, produktivitas tanaman kerap terganggu oleh penyakit akar gada yang disebabkan oleh patogen tanah. 

Penyakit ini menyerang akar tanaman sehingga menghambat penyerapan air dan unsur hara. 

Akibatnya, ketika memasuki usia sekitar dua bulan, akar tanaman dapat membengkak dan menggumpal menyerupai bonggol, membuat tanaman layu, menguning, hingga berisiko gagal panen.

Sebagai solusi, tim KKN P 30 Umsida memperkenalkan proses pembuatan tersebut kepada anggota Kelompok Tani Sumber Tani.

Selain menjadi alternatif bahan pupuk, inovasi ini juga diarahkan untuk membantu petani menekan biaya penggunaan pupuk.

Uji Coba Pupuk Gel Lidah Buaya

pupuk gel organik lidah buaya 1

Sebelum program inovasi ini resmi diperkenalkan kepada warga, inovasi pupuk gel organik lidah buaya sudah lebih dulu diuji coba oleh tim KKN P 30. 

Ketua KKN P 30, Aldy Yonanda, menjelaskan uji coba dilakukan untuk melihat respons tanaman sebelum inovasi diperkenalkan kepada kelompok tani. 

“Sebelum masuk KKN, kami sudah lebih dulu uji coba pupuk gel ini pada tanaman hortikultura. Kami pantau setiap hari selama dua minggu, dan hasilnya tanaman terlihat  lebih subur. Dari situ kami cukup yakin untuk memperkenalkan inovasi ini kepada Kelompok Tani Sumber Tani,” ujar Aldy.

Dengan proses pembuatan yang sudah teruji lebih dulu dan bahan yang mudah didapat, inovasi ini dapat menjadi solusi pendamping yang berkelanjutan bagi petani, baik dari sisi pemulihan kondisi tanah maupun efisiensi biaya produksi pertanian.

“Harapannya, pupuk gel ini bisa menjadi salah satu alternatif yang terus dipakai warga untuk membantu memulihkan kondisi tanah, sekaligus mengurangi beban biaya pupuk kimia yang selama ini dirasakan cukup memberatkan,” ujar Aldy.

Manfaatkan Kandungan Alami Lidah Buaya

pupuk gel organik lidah buaya 1

Lidah buaya dipilih sebagai bahan utama karena secara alami mengandung hormon auksin dan giberelin yang berperan merangsang pertumbuhan akar. 

Kandungan gel di dalam lidah buaya juga membantu tanah menjaga kelembapan lebih lama, mengurangi kehilangan unsur hara akibat pencucian, serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah.

Tahapan pembuatan pupuk gel organik diawali dengan mengupas, mencuci, dan memotong 1 kg lidah buaya, kemudian diblender bersama 1 liter air hingga halus dan disaring untuk memperoleh gel. 

Selanjutnya, dibuat larutan nutrisi dengan mencampurkan 500 ml POC, 50 ml EM4, dan 100 ml molase atau gula merah cair, lalu diaduk hingga merata. 

Larutan tersebut dicampurkan ke dalam gel lidah buaya, kemudian ditambahkan 10 gram CMC sambil terus diaduk hingga homogen, kemudian campuran didiamkan selama 24 jam. 

Setelah itu, tutup wadah dibuka secara berkala untuk melepaskan gas metana yang terbentuk selama proses berlangsung, sehingga tekanan di dalam wadah tidak meningkat secara berlebihan.

Estimasi biaya pembuatan pupuk gel ini hanya berkisar Rp35.500/2 liter nya, jauh lebih hemat dibandingkan biaya pupuk kimia yang selama ini dikeluhkan warga.

Lihat juga: Olah Limbah, 2 Tim KKN Umsida Buat Pupuk Organik Cair

“Selama ini kami mengandalkan pupuk kimia seperti NPK Mutiara, tapi biayanya besar,” ujar Paidi, ketua kelompok tani.

Dengan adanya pupuk gel ini, kini ia bisa mencampurnya dengan pupuk kimia dan organik yang sudah biasa kami pakai, jadi lebih hemat.(Gabby)