Umsida.ac.id – Kelompok KKN P 62 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) membuat dan memasang 28 unit reflektor jalan di sejumlah titik di Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri pada Rabu, (19/8/2026).
Program ini merupakan upaya mendukung keselamatan pengguna jalan pada malam hari terutama di daerah Dusun Bukaan, Dusun Sumberyuyu, dan Dusun Sukerejo.
Lihat juga: Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, KKN T 8 Umsida Olah Jadi Briket Bernilai Guna
Program tersebut diawali dengan survei lokasi di akhir Juli lalu.
Survei dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah ruas jalan yang minim penerangan dan belum memiliki penanda batas jalan yang terlihat jelas pada malam hari.
“Saat survey, kami mengidentifikasi titik-titik yang memiliki tikungan, tanjakan, turunan, serta titik buta yang berpotensi menyulitkan pengendara,” ujar Akhmad Brilyan selaku Koordinator Desa KKN P 62 Umsida.
Hasil survei menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi pemasangan.
Melalui koordinasi dengan perangkat setempat, enam titik dipilih karena memiliki penerangan terbatas dan membutuhkan penanda tambahan agar batas serta arah jalan lebih mudah dikenali oleh pengguna jalan.
Proses Pembuatan dan Pemasangan Reflektor Jalan

Setelah titik pemasangan ditentukan, mahasiswa mulai membuat reflektor menggunakan bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemasangan pada sejumlah ruas jalan.
Rafli Ilhami selaku penanggung jawab program kerja menjelaskan bahwa pembuatan reflektor memperhatikan kekuatan tiang sekaligus kemampuan stiker reflektif dalam memantulkan cahaya kendaraan pada malam hari.
“Reflektor ini dibuat menggunakan pipa PVC berdiameter tiga inci dengan tinggi sekitar 1,2 meter. Pipa tersebut kemudian dipotong dan dicat, bagian bawahnya diisi semen agar lebih kuat, lalu dipasangi stiker reflektif,” ujar Rafli Ilhami.
Sebanyak 28 unit reflektor berhasil dibuat dan dipasang secara bertahap pada titik-titik yang telah ditentukan.
Pemasangan dilakukan dengan membuat lubang pada tanah, memasukkan bagian bawah tiang, kemudian memadatkan tanah di sekitarnya agar reflektor dapat berdiri dengan stabil.
Proses pemasangan menyesuaikan kondisi tanah di setiap lokasi.
“Beberapa titik memiliki tanah yang keras dan sulit digali, sementara titik lainnya memiliki tanah yang lebih lunak,” terang Rafli.
Setelah seluruh reflektor terpasang, mahasiswa melakukan uji coba pada malam hari dengan menggunakan sorot lampu kendaraan untuk memastikan stiker reflektif dapat terlihat dengan baik.
Reflektor Jalan Diresmikan

Setelah melalui rangkaian pembuatan, pemasangan, dan uji coba, reflektor jalan resmi diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan peresmian pada Rabu, (19/8/2026).
Kegiatan berlangsung di pertigaan Dusun Bukaan yang berada di perbatasan Dusun Bukaan dan Dusun Sumberyuyu.
Peresmian tersebut dihadiri oleh mahasiswa KKN P 62 Umsida, perangkat Desa Tarokan, ketua RT, Ketua RW 07, Sekretaris Desa, serta masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Bayan selaku Ketua RW 07 menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilakukan mahasiswa KKN-P 62.
“Semoga dengan adanya reflektor ini dapat membantu warga dan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Saya juga berharap fasilitas ini bisa dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Setelah diresmikan, keberadaan reflektor mendapat respons positif dari masyarakat setempat.
Fasilitas tersebut dinilai dapat menjadi penanda tambahan bagi pengguna jalan, terutama ketika melintas pada malam hari di ruas jalan yang memiliki penerangan terbatas.
Sholeh, selaku Ketua RT 01 mengatakan bahwa pantulan cahaya dari reflektor dapat membantu pengguna jalan mengenali batas dan arah jalan dengan lebih jelas.
“Pada malam hari, ada beberapa bagian jalan yang penerangannya masih terbatas, terutama di sekitar tikungan,” tuturnya.
Lihat juga: Limbah Tutup Botol Jadi Berguna dengan Inovasi KKN P 3 Umsida Ini
Dengan adanya reflektor, imbuhnya, ketika terkena sorot lampu kendaraan, pantulannya dapat membantu pengendara melihat arah dan batas jalan dengan lebih jelas.
Ia juga berharap fasilitas tersebut dapat dirawat bersama agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, pengguna jalan bisa lebih berhati-hati dan lebih mudah mengenali kondisi jalan pada malam hari,” ujarnya.(Anggita)


